Parenting dan Sosialisasi Program Sekolah Kelas VII

Buduran— Mendidik anak di tengah derasnya arus teknologi tidak cukup hanya mengandalkan sekolah. Dibutuhkan kehadiran orang tua, komunikasi yang hangat, sekaligus kolaborasi yang kuat antara keluarga dan sekolah. Semangat itulah yang mewarnai kegiatan Parenting dan Sosialisasi Program Sekolah Kelas VII SMP Negeri 2 Buduran, Sabtu (8/8/2026), mulai pukul 08.00 WIB di Masjid An Nur SMPN 2 Buduran.

Kegiatan yang dipandu Ibu Farida tersebut diikuti siswa bersama orang tua/wali kelas VII. Hadir pula Ketua Komite SMPN 2 Buduran M. Ismail, S.Pd.I. Sementara sesi parenting menghadirkan Riza Wahyuni, S.Psi., M.Si., Psikolog, praktisi psikologi klinis dan forensik, dengan tema “Peran Orang Tua dalam Mendidik Generasi Alpha.” Materi yang disampaikan juga menyoroti pengenalan Generasi Alpha, pencegahan kekerasan, serta penyalahgunaan gadget.

Kepala SMP Negeri 2 Buduran Wenny Arie Puji Susanti, S.Pd., M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh orang tua yang memenuhi undangan sekolah. Kehadiran mereka menjadi bentuk komitmen bersama dalam mendampingi tumbuh kembang anak sekaligus mendukung tercapainya visi, misi, dan tujuan sekolah.

Ia mengingatkan pesan dari Ali bin Abi Thalib, “Didiklah anak sesuai dengan zamannya karena mereka hidup pada zamannya, bukan pada zamanmu.” Pesan tersebut terasa semakin relevan ketika anak-anak saat ini tumbuh bersama internet, media sosial, dan berbagai perangkat digital.

Sekolah pun mengajak orang tua tidak sekadar mengawasi, tetapi hadir sebagai sahabat sekaligus pendamping anak. Perhatian diberikan mulai dari kedisiplinan, keamanan, pergaulan hingga aktivitas digital. Orang tua diingatkan mengenai larangan siswa mengendarai sepeda motor serta pentingnya melindungi anak dari berbagai situasi yang dapat membahayakan.

Dalam materi parenting, Riza mengajak peserta memahami karakter Generasi Alpha yang kehidupannya sangat dekat dengan teknologi. Materi menunjukkan bahwa teknologi telah menjadi bagian dari kehidupan generasi ini dan pola komunikasinya banyak berlangsung secara tidak langsung.

Karena itu, pengawasan penggunaan gadget perlu berjalan bersama komunikasi dan perhatian orang tua. Materi juga menyoroti sejumlah faktor yang dapat berkaitan dengan masalah kesehatan mental anak, antara lain kurangnya perhatian orang tua, terbatasnya interaksi sosial, kurangnya aktivitas fisik, serta terlalu banyak menerima informasi.

Pesan penting lainnya adalah menciptakan lingkungan yang aman bagi anak. Orang tua dan sekolah perlu mengenali berbagai risiko serta melakukan pencegahan dan merespons secara tepat dengan mengutamakan kepentingan terbaik anak.

Kegiatan dilanjutkan dengan perkenalan Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Kesiswaan, Sarana Prasarana, dan Humas, serta wali kelas dan guru BK kelas VII. Sekolah kemudian menyosialisasikan tata tertib, program pembiasaan, jadwal kegiatan, serta komitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Orang tua juga diajak mendampingi putra-putrinya menerapkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Komite M. Ismail turut mengajak seluruh orang tua mengambil peran aktif dalam pendidikan anak.

Rangkaian acara ditutup dengan penyampaian poin-poin hasil tes inteligensi oleh Tim Surya Psikologi. Hasil tersebut diharapkan menjadi informasi bagi orang tua dalam memahami sekaligus mendampingi potensi anak.

Parenting kali ini akhirnya membawa satu pesan kuat. Generasi Alpha boleh tumbuh bersama teknologi, tetapi mereka tetap membutuhkan kehadiran nyata orang tua dan guru. Ketika rumah dan sekolah berjalan seirama, anak tidak hanya dipersiapkan menjadi generasi cerdas, tetapi juga tangguh, aman, berkarakter, dan siap menghadapi zamannya.