SIDOARJO – Suasana SMP Negeri 2 Buduran pada Jumat, 7 Agustus 2026, tampak berbeda. Siswa kelas VIII tidak hanya belajar melalui buku dan ruang kelas, tetapi juga turun langsung melakukan aksi nyata untuk lingkungan. Melalui SiDuLing (Siswa Peduli Lingkungan) Spenduran, semangat Sekolah Adiwiyata diwujudkan dalam kegiatan sederhana namun berdampak nyata.
SMP Negeri 2 Buduran menguatkan budaya peduli lingkungan melalui kegiatan SiDuLing (Siswa Peduli Lingkungan) pada Jumat, 7 Agustus 2026. Mulai pukul 07.40 sampai 08.20 WIB. Tak sekadar kerja bakti, kegiatan ini mengajak siswa kelas VIII merawat tanaman, membersihkan ruang kelas, hingga mengelola sampah organik melalui komposter.

Sejak kegiatan dimulai, seluruh kelas VIII bergerak menata tanaman di depan taman kelas masing-masing. Pot-pot tanaman dirapikan dan area hijau ditata agar semakin asri. Pada saat yang sama, siswa bergotong royong membersihkan ruang kelas, mulai dari menyapu dan membersihkan lantai, mengelap kaca, hingga membersihkan kipas angin.
Kegiatan tersebut didampingi oleh wali kelas masing-masing. Kehadiran wali kelas tidak hanya berfungsi mengarahkan kegiatan, tetapi juga menjadi teladan bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Aksi SiDuLing kemudian berlanjut pada pengelolaan sampah organik. Setiap kelas mengirimkan dua orang perwakilan siswa untuk berkumpul di depan ruang karawitan. Didampingi Ibu Lilik, para siswa melakukan kegiatan pengisian komposter.
Melalui praktik langsung ini, siswa belajar bahwa sampah organik tidak harus berakhir menjadi limbah. Jika dikelola dengan benar, sampah tersebut dapat dimanfaatkan menjadi kompos yang berguna bagi tanaman di lingkungan sekolah. Aktivitas ini sekaligus menjadi pembelajaran kontekstual mengenai pengelolaan sampah dan penerapan prinsip ramah lingkungan.
Kepala SMP Negeri 2 Buduran, Wenny Arie Puji Susanti, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi keterlibatan siswa dan guru dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pendidikan lingkungan akan lebih bermakna ketika siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga membiasakannya melalui tindakan sehari-hari.

SiDuLing menjadi bagian dari upaya sekolah membangun karakter siswa yang peduli, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran ekologis. Kebersihan kelas, tanaman yang terawat, serta pengolahan sampah melalui komposter. Di balik semuanya terdapat proses membangun kebiasaan baik yang diharapkan terus tumbuh.
Menjaga bumi dapat dimulai dari lingkungan terdekat: kelas sendiri, taman sendiri, dan sekolah sendiri. Dari langkah-langkah kecil itulah budaya peduli lingkungan dibangun dan kelestarian masa depan diperjuangkan.
SiDuLing bergerak, Spenduran makin hijau!
