Rapat Koordinasi Pengajar Ekstrakurikuler SMP Negeri 2 Buduran Perkuat Sinergi Pembinaan Talenta Murid

Buduran, Juli 2026 – SMP Negeri 2 Buduran dalam mengembangkan potensi murid melalui kegiatan ekstrakurikuler yang berkualitas dan selaras dengan visi sekolah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Pengajar Ekstrakurikuler yang berlangsung pada pukul 12.30–14.30 WIB di Laboratorium IPA SMP Negeri 2 Buduran. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan program, mengevaluasi pelaksanaan ekstrakurikuler, serta menyusun langkah pengembangan yang lebih efektif dalam mendukung prestasi dan pembentukan karakter murid.

Acara dibuka oleh Ibu Johana selaku pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala SMP Negeri 2 Buduran, Wenny Arie Puji Susanti, S.Pd., M.Pd. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa seluruh kegiatan ekstrakurikuler harus mendukung terwujudnya visi sekolah, yaitu “Berimtak, Berprestasi, Berbudaya IPTEK, dan Peduli Lingkungan.” Ekstrakurikuler dipandang sebagai ruang belajar yang mampu mengembangkan bakat, karakter, kepemimpinan, disiplin, serta memfasilitasi setiap murid untuk menjadi versi terbaik dirinya.

Rapat membahas evaluasi terhadap 13 cabang ekstrakurikuler yang aktif di sekolah, di luar Pencak Silat dan Petanque. Para pengajar menyampaikan perkembangan program, capaian prestasi, kendala pelaksanaan, serta strategi pembinaan yang akan diterapkan pada tahun pelajaran 2026/2027.

Sebagai upaya peningkatan mutu, seluruh pengajar sepakat menerapkan siklus refleksi, evaluasi, dan tindak lanjut secara berkelanjutan. Refleksi dilakukan melalui kuesioner minat murid dan forum diskusi antar pelatih. Evaluasi meliputi analisis kehadiran, perkembangan kompetensi murid, hasil karya, prestasi, hingga kondisi sarana dan prasarana. Selanjutnya, hasil evaluasi menjadi dasar penyempurnaan metode latihan, pengadaan fasilitas, dan peningkatan kompetensi pelatih.

Salah satu isu utama yang menjadi perhatian adalah kehadiran murid. Pengajar sepakat bahwa peningkatan kehadiran memerlukan kolaborasi antara pelatih, wali kelas, dan orang tua. Wali kelas diharapkan aktif memantau partisipasi murid, sedangkan orang tua memberikan dukungan dan motivasi agar murid mengikuti kegiatan secara konsisten. Sinergi tersebut diyakini mampu meningkatkan kualitas pembinaan sekaligus menumbuhkan tanggung jawab murid.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Wahyu Rahmawati, S.Kom., M.Pd., menyampaikan pedoman penilaian ekstrakurikuler yang telah disepakati bersama. Beliau menjelaskan bahwa minimal kehadiran murid adalah 50 persen dari jumlah pertemuan agar memperoleh penilaian yang akan dicantumkan dalam rapor. Selain itu, Pramuka tetap menjadi ekstrakurikuler wajib bagi murid kelas VII, sedangkan penjadwalan seluruh kegiatan ekstrakurikuler akan dikoordinasikan bersama para pengajar agar tidak terjadi benturan jadwal dan seluruh program berjalan optimal.

Kepala sekolah juga mengajak seluruh pengajar untuk terus berinovasi dalam menyelenggarakan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik Generasi Z dan Generasi Alpha. Pengajar diharapkan menerapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan menghadirkan kegiatan yang bermakna (meaningful learning), berkesadaran (mindful learning), dan menyenangkan (joyful learning). Melalui pendekatan tersebut, murid tidak hanya menguasai keterampilan sesuai bidang ekstrakurikulernya, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta karakter positif.

Rapat koordinasi ini juga menjadi momentum menyusun strategi menghadapi berbagai ajang prestasi, seperti O2SN, FLS2N, OPSI, GSI, OLSN, serta berbagai kompetisi tingkat kabupaten hingga internasional. Selain itu, seluruh ekstrakurikuler akan berpartisipasi dalam demonstrasi ekstrakurikuler saat MPLS 2026, mendukung Program Adiwiyata, dan memperkuat pendidikan karakter melalui berbagai kegiatan sekolah.

Melalui rapat koordinasi ini, SMP Negeri 2 Buduran menegaskan bahwa keberhasilan ekstrakurikuler tidak hanya diukur dari prestasi yang diraih, tetapi juga dari lahirnya murid yang beriman dan bertakwa, berprestasi, berbudaya IPTEK, peduli lingkungan, serta memiliki karakter kuat. Dengan sinergi seluruh pengajar, wali kelas, orang tua, dan murid, kegiatan ekstrakurikuler diharapkan terus menjadi ruang belajar yang inspiratif dan melahirkan generasi Spenduran BERGEMA (Berprestasi, Energik, Mandiri, dan Berkarya) yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *