Sidoarjo, 26 Juli 2025 — Bertempat di Laboratorium IPA SMP Negeri 2 Buduran, para pengajar ekstrakurikuler dari berbagai bidang berkumpul dalam sebuah forum koordinasi penting yang menjadi tonggak kolaborasi menuju pembelajaran yang lebih mendalam, bermakna, dan kontekstual.
Kegiatan ini dibuka dengan sambutan hangat oleh Kepala SMPN 2 Buduran, Ibu Wenny Arie Puji Suanti, S.Pd., M.Pd., yang mengajak seluruh pengajar ekstrakurikuler untuk berkolaborasi aktif dalam penguatan karakter peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler yang terintegrasi dengan nilai-nilai 8 Dimensi Profil Lulusan.
“Pembentukan karakter bukan hanya tugas guru mata pelajaran, tapi juga peran bersama, termasuk pengajar ekstrakurikuler. Kita punya tanggung jawab menciptakan lingkungan yang aman, menyenangkan, dan mendukung tumbuh kembang minat dan bakat murid,” ujar Ibu Wenny dalam sambutannya. Ia juga menekankan pentingnya mendukung program Sekolah Ramah Anak, Adiwiyata, serta memperbaiki kualitas pembelajaran berdasarkan hasil Rapor Pendidikan.
Acara ini dipandu dengan apik oleh Ibu Nur Chanifah, S.Pd. sebagai pembawa acara. Para peserta, yaitu pelatih dari berbagai kegiatan ekstrakurikuler, tampak antusias menyimak paparan dari pihak sekolah terkait arah kebijakan dan harapan besar terhadap sinergi ke depan.
Ekstrakurikuler: Wadah Aktualisasi dan Penumbuhan Karakter
Dalam paparannya, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Humas, Kesiswaan, dan Sarana Prasarana memaparkan struktur kegiatan ekstrakurikuler yang terbagi menjadi dua kategori:
- Ekstrakurikuler Wajib (Kepramukaan) — Diikuti seluruh murid kelas VII, dilaksanakan tiap Sabtu pagi sebagai bagian dari program wajib yang mendukung penguatan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan gotong royong.
- Ekstrakurikuler Pilihan — Diikuti oleh murid kelas VII, VIII, dan IX sesuai minat dan bakat, mencakup berbagai bidang seperti PMR, paskibra, olahraga, seni, bahasa, dan keagamaan, dengan jadwal fleksibel di siang dan sore hari.
Tujuan utamanya bukan sekadar prestasi, tetapi bagaimana kegiatan-kegiatan ini membentuk karakter, keterampilan abad ke-21, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan tanggung jawab sosial peserta didik.
Kolaborasi dalam Rangka Pembelajaran Mendalam
Sekolah menekankan pentingnya integrasi kegiatan ekstrakurikuler ke dalam pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) melalui beberapa strategi:
1. Perencanaan Bersama
Guru mata pelajaran dan pelatih ekskul diajak menyusun kegiatan lintas disiplin, seperti proyek lingkungan hidup, seni budaya, atau digital media yang melibatkan keterampilan ekskul.
2. Proyek Inkuiri Kolaboratif
Murid dapat merancang produk seperti video edukasi, kampanye sosial, atau pementasan seni sebagai bagian dari tugas pembelajaran. Pelatih ekskul berperan dalam pelatihan teknis dan pendampingan murid.
3. Penguatan Soft Skills dan Nilai Karakter
Lewat ekskul, murid belajar kerja tim, kepemimpinan, manajemen waktu, dan tanggung jawab. Nilai-nilai ini dikontekstualisasikan dalam pembelajaran kelas.
4. Evaluasi dan Refleksi Bersama
Sekolah mengajak pelatih untuk ikut mengevaluasi progres murid secara holistik, memberi umpan balik pada capaian non-akademik yang mendukung pembelajaran menyeluruh.
Menjaga Keamanan, Membangun Komitmen
Dalam kesempatan itu, Ibu Kepala Sekolah juga menekankan pentingnya menjaga keamanan dan kenyamanan murid selama kegiatan ekstrakurikuler, termasuk memastikan murid pulang dengan aman setelah latihan. Beliau mengajak semua pihak mengampanyekan sekolah bebas dari tiga dosa besar pendidikan: kekerasan seksual, perundungan (bullying), dan intoleransi.
Tak hanya soal teknis kegiatan, forum ini juga menjadi momentum refleksi bersama atas pelaksanaan ekstrakurikuler tahun ajaran 2024/2025. Pengajar ekstrakurikuler didorong untuk terus meningkatkan komunikasi dengan orang tua/wali murid, memperkuat pendampingan, dan menyediakan ruang tampil bagi murid dalam berbagai kompetisi di berbagai jenjang mulai tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten, provinsi, nasional bahkan internasional. Selain itu juga dalamS berbagai event sekolah seperti MPLS, peringatan HUT RI, purnawidya, dan hari besar nasional lainnya.
Bersama Mewujudkan Sekolah yang Menghidupkan Potensi
Melalui forum ini, SMPN 2 Buduran mempertegas komitmennya bahwa pendidikan bukan hanya soal nilai akademik, tetapi bagaimana setiap anak mendapatkan ruang tumbuh dan aktualisasi dirinya secara utuh. Pengajar ekstrakurikuler menjadi bagian penting dalam orkestrasi besar menciptakan pembelajaran yang bermakna, relevan, dan berdampak.
Karena pada akhirnya, seperti disampaikan Ibu Wenny, “Sekolah yang hebat adalah sekolah yang menghidupkan potensi setiap anak—dan itu adalah kerja kolaboratif kita semua.”

Foto Kepala Sekolah Ibu Wenny memberi sambutan

Foto Ibu Nur Chanifah, S.Pd, Memandu Acara


Foto Pengajar Ekstrakurikuler Menyimak Informasi
