Buduran — Semangat kepemimpinan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan terasa kuat dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) SMP Negeri 2 Buduran yang dilaksanakan pada 28–29 November 2029 di Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman, Trawas, Mojokerto. Selama dua hari satu malam, para peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang dirancang untuk membangun karakter pemimpin muda yang tangguh, bertanggung jawab, serta mampu bekerja sama dalam tim.
Kegiatan ini diikuti 60 murid, menjadi salah satu program penting sekolah dalam menyiapkan generasi siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan dan kepedulian sosial. Didampingi 7 orang guru.
Dalam sambutannya, Kepala SMPN 2 Buduran, Wenny Arie Puji Susanti, S.Pd., M.Pd., mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan penuh kesungguhan.
“Ikutilah kegiatan ini dengan baik, jaga sikap, dan tanamkan rasa tanggung jawab. Gunakan kesempatan ini untuk belajar menjadi pribadi yang lebih baik dan pemimpin yang bijak,” pesannya kepada para siswa.
Hari Pertama: Mengenal Diri dan Membangun Tim
Setibanya di PPLH Seloliman, peserta disambut oleh koordinator kegiatan melalui sesi pengenalan program. Dalam sesi ini, siswa mendapatkan penjelasan mengenai aturan kegiatan, eksplorasi harapan peserta, serta kontrak belajar selama mengikuti pelatihan.
Suasana semakin hidup ketika peserta mulai mengikuti berbagai simulasi dan permainan observasi yang bertujuan membangun keakraban sekaligus mengasah kemampuan komunikasi.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi apresiasi lingkungan, di mana peserta diajak memahami pentingnya menjaga alam. PPLH Seloliman sendiri telah dikenal sebagai pusat pendidikan lingkungan sejak tahun 1990, sehingga menjadi lokasi yang tepat untuk menanamkan kesadaran ekologis kepada generasi muda.
Setelah beristirahat dan makan siang, kegiatan dilanjutkan dengan peningkatan kapasitas diri melalui permainan kelompok dan pembuatan yel-yel tim. Suasana penuh tawa dan semangat mewarnai sesi ini, karena setiap kelompok berusaha menunjukkan kreativitas dan kekompakan.
Pada sesi berikutnya, peserta memasuki kegiatan dinamika kelompok yang mencakup berbagai materi penting seperti:
Visioning organisasi
Kepemimpinan
Kerja sama tim
Komunikasi efektif
Manajemen konflik
Melalui permainan bergulir dan simulasi, siswa belajar bagaimana memimpin, mendengarkan pendapat orang lain, serta mengambil keputusan bersama.
Malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan refleksi permainan dan diskusi, peserta diajak memahami makna di balik setiap aktivitas yang telah dilakukan.
Salah satu kegiatan yang paling ditunggu adalah jelajah malam. Dalam suasana alam yang tenang dan gelap, peserta berjalan menyusuri area sekitar untuk mengamati alam malam, termasuk mencari kunang-kunang yang menjadi simbol keindahan alam yang harus dijaga.
Hari Kedua: Belajar Kepemimpinan dari Alam
Pagi hari dimulai dengan olahraga bersama untuk menyegarkan tubuh dan pikiran. Setelah sarapan, peserta mengikuti kegiatan inti hari kedua yaitu Synergy Team Building di alam terbuka.
Kegiatan ini dilakukan melalui jelajah alam Seloliman, yang meliputi:
Menyusuri hutan
Susur sungai
Observasi lingkungan
Dalam perjalanan ini, siswa belajar tentang kerja sama, strategi kelompok, serta pentingnya saling membantu dalam menghadapi tantangan.
Salah satu momen yang paling berkesan adalah makan siang bersama di pinggir sungai. Dengan latar suara gemericik air dan udara pegunungan yang sejuk, suasana kebersamaan terasa semakin hangat.
Setelah kembali ke lokasi utama, kegiatan ditutup dengan sesi tinjauan dan evaluasi. Para peserta menyampaikan kesan dan pesan selama mengikuti LDKS, sekaligus merefleksikan pengalaman yang telah mereka dapatkan.
Banyak siswa mengaku mendapatkan pelajaran berharga tentang kepemimpinan, tanggung jawab, dan pentingnya kerja sama tim.
