
Surabaya – Semangat literasi dan dunia jurnalistik terasa begitu hidup saat puluhan siswa SMP Negeri 2 Buduran mengikuti kegiatan Pelatihan Jurnalistik “Menjadi Jurnalis Muda Bersama Jawa Pos” pada Kamis, 4 Juni 2026, di kantor Jawa Pos Surabaya. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat dunia media massa sekaligus belajar langsung dari para praktisi yang telah berpengalaman di bidang jurnalistik.
Sebanyak 50 siswa pilihan dari kelas VII dan VIII mendapatkan kesempatan emas untuk mengikuti pelatihan yang bertujuan mengembangkan keterampilan menulis, berpikir kritis, serta menyampaikan informasi secara akurat dan bertanggung jawab. Di tengah derasnya arus informasi digital yang bergerak sangat cepat, kemampuan literasi media menjadi bekal penting bagi generasi muda agar mampu memilah informasi yang benar dan menghindari penyebaran berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Setibanya di Jawa Pos, para peserta disambut dengan hangat dan diajak mengenal lebih dekat proses kerja media profesional. Mereka memperoleh berbagai materi menarik tentang teknik dasar penulisan berita, proses wawancara, pengumpulan data, fotografi jurnalistik, hingga pentingnya menjaga etika dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Kepala SMP Negeri 2 Buduran, Wenny Arie Puji Susanti, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam menumbuhkan budaya literasi sekaligus membangun karakter peserta didik yang kritis, kreatif, dan bertanggung jawab.
“Di era digital saat ini, informasi bergerak sangat cepat. Setiap hari kita menerima berbagai berita dan informasi melalui media sosial maupun media massa. Oleh karena itu, kemampuan menulis, berpikir kritis, serta menyampaikan informasi yang benar dan bertanggung jawab menjadi keterampilan yang sangat penting dimiliki oleh generasi muda,” ujarnya.
Beliau juga berharap para siswa tidak hanya belajar menulis berita yang baik dan benar, tetapi juga memahami proses di balik lahirnya sebuah informasi yang berkualitas. Melalui pelatihan ini, siswa diajak memahami bagaimana mencari sumber yang akurat, melakukan wawancara dengan baik, mengolah data, hingga menyajikannya menjadi tulisan yang menarik dan bermanfaat bagi masyarakat.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para siswa tampak antusias mengajukan pertanyaan, berdiskusi, dan berbagi pengalaman. Mereka juga mendapatkan wawasan tentang tantangan yang dihadapi seorang jurnalis di tengah perkembangan teknologi dan media digital yang terus berubah.

Kerja sama antara SMP Negeri 2 Buduran dan Jawa Pos menjadi langkah nyata dalam mendukung penguatan literasi sekolah. Kehadiran para praktisi media memberikan pengalaman belajar yang berbeda karena siswa dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah media bekerja dalam menyajikan informasi kepada publik.
Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk menemukan potensi dan minat mereka di bidang kepenulisan dan komunikasi. Siapa tahu, dari ruang pelatihan tersebut akan lahir jurnalis, penulis buku, editor, atau tokoh literasi masa depan yang mampu memberikan kontribusi besar bagi bangsa.
Melalui kegiatan “Menjadi Jurnalis Muda Bersama Jawa Pos”, SMP Negeri 2 Buduran kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan generasi pembelajar yang adaptif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan zaman. Dari sebuah kunjungan edukatif, tumbuh semangat baru untuk terus berkarya, menulis, dan menyebarkan informasi yang mencerahkan.
