Michelle Le dan Cerita Enam Bulan di Buduran

Buduran–Akhir Mei menjadi penanda penting bagi SMPN 2 Buduran, Sidoarjo, yang selama enam bulan terakhir menjadi tempat pengabdian seorang relawan asal Amerika Serikat, Michelle Le. Melalui program Peace Corps Indonesia, Michelle telah mengajar Bahasa Inggris sekaligus membangun hubungan lintas budaya di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.

Guna mengevaluasi perjalanan program tersebut, dua kunjungan penting dilangsungkan secara berurutan. Kunjungan pertama dilakukan oleh perwakilan dari Kantor Imigrasi pada Senin (26/5). Selain melakukan verifikasi administratif terhadap keberadaan relawan, pihak Imigrasi juga mengadakan dialog terbuka bersama pihak sekolah dan Michelle. Suasana pertemuan berlangsung hangat, dengan kesan saling menghargai yang kental terasa di setiap percakapan.

Sehari kemudian, pada Selasa (27/5), Peace Corps Indonesia melakukan evaluasi lanjutan yang difokuskan pada aspek kehidupan relawan di luar sekolah. Perwakilan Peace Corps mengunjungi rumah keluarga asuh tempat Michelle tinggal. Dalam kesempatan itu, mereka berbincang langsung dengan keluarga, menanyakan pengalaman serta dampak keberadaan relawan terhadap kehidupan keseharian. Kunjungan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan penuh keakraban.

Puncak kegiatan evaluasi terjadi pada Rabu (3/6), saat perwakilan dari pemerintah Amerika Serikat ikut hadir langsung di SMPN 2 Buduran. Mereka disambut dengan hangat oleh pihak sekolah.

Evaluasi ini bukan sekadar penilaian administratif, namun juga bagian dari upaya menjaga mutu program kemitraan internasional. Kehadiran Michelle selama enam bulan terakhir telah memberi warna baru bagi proses pembelajaran, meningkatkan motivasi siswa dalam belajar Bahasa Inggris, serta mempererat pemahaman antarbudaya.

SMPN 2 Buduran menyambut baik kegiatan ini dan berharap kerjasama dengan Peace Corps terus berlanjut di masa depan. “Kami melihat kehadiran Michelle sebagai bentuk nyata pertukaran budaya dan pengetahuan yang sangat bermanfaat. Ini menjadi inspirasi bagi kami dalam mengembangkan program-program pendidikan ke depan,” ujar Bu Wenny Kepala Sekolah.

Cerita enam bulan Michelle Le di Buduran tak hanya menjadi catatan pribadi seorang relawan, tapi juga lembar berharga dalam perjalanan pendidikan global yang menyentuh langsung masyarakat lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *