Deskripsi Kegiatan
Program ini merupakan salah satu inisiatif hemat air di SMPN 2 Buduran dengan memanfaatkan air limbah wudhu sebagai sumber alternatif penyiraman tanaman di lingkungan sekolah. Air wudhu, yang umumnya masih tergolong bersih dan tidak mengandung sabun atau zat kimia berbahaya, dialirkan melalui saluran pipa ke dalam tandon khusus yang telah disediakan di sekitar area musala. Dari tandon tersebut, air digunakan kembali oleh siswa untuk menyiram tanaman-tanaman di sekitarnya, khususnya taman-taman kecil dan pot-pot tanaman yang berada di area musala dan sekitarnya.
Kegiatan ini lahir dari kepedulian sekolah terhadap pentingnya pelestarian air bersih dan upaya menumbuhkan kebiasaan bijak dalam penggunaan air oleh seluruh warga sekolah. Dibimbing oleh guru pembina Adiwiyata, siswa-siswa yang tergabung dalam kader Adiwiyata melakukan observasi terhadap aliran air wudhu yang selama ini terbuang begitu saja. Dari hasil pengamatan tersebut, mereka menggagas solusi sederhana namun berdampak besar dengan membuat sistem penyaluran air ke tempat penampungan
Laporan Kegiatan
Pemanfaatan Limbah Air Wudhu
Hari/Tanggal Pelaksanaan: Senin, 24 Maret 2025 – Berjalan setiap hari
Tempat: Area Musala dan Taman SMPN 2 Buduran
Pelaksana: Kader Adiwiyata, Guru Pembina, Piket Kelas
Uraian Kegiatan:
Program ini dilaksanakan setelah adanya diskusi antara tim Adiwiyata dan guru IPA mengenai pentingnya menghemat air dalam kegiatan sekolah sehari-hari. Air wudhu yang sebelumnya langsung terbuang ke saluran got kini dialihkan ke dalam drum penampung melalui saluran pipa kecil yang dipasang oleh petugas teknis sekolah. Air tersebut ditampung dalam dua drum dan digunakan secara bergantian oleh petugas piket kelas untuk menyiram tanaman hias di taman depan kelas dan area musala.
Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari siswa. Para kader Adiwiyata mengatur jadwal penyiraman dan memastikan air digunakan secara merata. Selain itu, mereka juga bertugas menjaga agar tidak ada kotoran yang masuk ke dalam drum serta menutupnya rapat-rapat saat tidak digunakan. Dalam seminggu pertama, terlihat bahwa penggunaan air bersih dari kran untuk menyiram tanaman berkurang drastis. Program ini akan terus dipantau dan menjadi salah satu unggulan inovasi hemat air dari sekolah dalam pelaporan Adiwiyata tingkat kabupaten.
SOP HEMAT AIR – PEMANFAATAN LIMBAH AIR WUDHU
SMPN 2 BUDURAN
Tujuan
• Menghemat penggunaan air bersih untuk keperluan penyiraman tanaman.
• Memberikan edukasi kepada siswa tentang pemanfaatan kembali air bekas pakai yang masih layak.
Pelaksana
• Kader Adiwiyata (siswa kelas 7–9)
• Guru pembina Adiwiyata
• Teknisi/staf kebersihan sekolah
Waktu Pelaksanaan
• Dilakukan setiap hari oleh petugas piket kelas dan kader Adiwiyata.
• Evaluasi sistem dilakukan setiap akhir bulan.
Langkah-langkah Pelaksanaan
1. Memasang pipa penyalur air wudhu dari saluran pembuangan musala ke wadah penampung.
2. Menyediakan tandon atau drum bersih untuk menampung air wudhu.
3. Memberi label “Air Bekas Wudhu – Siap untuk Menyiram Tanaman” pada tandon.
4. Menyiram tanaman menggunakan air tersebut setiap pagi dan sore oleh piket kelas.
5. Menjaga kebersihan wadah agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
6. Mendokumentasikan kegiatan dan pelaporannya oleh kader Adiwiyata



