Buduran, 14 Juni 2025 — SMP Negeri 2 Buduran terus berinovasi dalam menciptakan pendidikan yang berpihak pada siswa. Salah satu wujud konkret komitmen tersebut adalah melalui kegiatan Pembekalan Duta dan Kader yang diselenggarakan pada Sabtu (14/6) di Laboratorium IPA sekolah.
Kegiatan ini dirancang sebagai forum strategis yang memberi ruang bagi siswa untuk terlibat langsung dalam proses perencanaan sekolah tahun anggaran 2026. Para peserta merupakan siswa-siswi terpilih yang tergabung dalam berbagai peran kepemimpinan siswa, seperti Duta Literasi, Duta Adiwiyata, Duta Sekolah Ramah Anak (SRA), Duta Anti Narkoba, dan Duta UKS, serta kader Adiwiyata, kader PMR, kader toleransi, OSIS, Remas, dan Pramuka.
Didampingi oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Ibu Mamik, dan Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Ibu Rahma, kegiatan ini bertujuan untuk membangun ekosistem pembelajaran yang mendukung pengembangan potensi siswa secara optimal.
Dalam sambutannya, Kepala SMPN 2 Buduran, Ibu Wenny, menekankan bahwa siswa bukan sekadar objek dalam proses pendidikan, tetapi harus menjadi subjek utama dalam penyusunan program sekolah.
“Pembelajaran yang berpusat pada siswa harus dirancang secara sadar dan terencana. Kita tidak bisa hanya berfokus pada akademik, tetapi juga harus menggali potensi suara (voice), pilihan (choice), dan kepemilikan (ownership) siswa sebagai bagian dari pembentukan kepemimpinan mereka,” tegasnya.
Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dengan pemaparan kebijakan sekolah, dilanjutkan sesi motivasi, selayang pandang program sekolah, rapat pleno, dan ditutup dengan presentasi kelompok. Dalam sesi pleno, para siswa dikelompokkan berdasarkan satuan tugas yang relevan, dan didampingi oleh guru koordinator program sekolah. Mereka diberi kesempatan untuk berdiskusi, menyampaikan ide, hingga merancang program yang aplikatif dan sesuai dengan aspirasi peserta didik.
Kepala sekolah juga mengaitkan program ini dengan arah kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, dan Pemerintah Republik Indonesia, termasuk visi besar Asta Cita Kabinet Merah Putih yang menekankan pentingnya pendidikan yang berkualitas, merata, dan berkeadilan.
“Sekolah harus memberikan sebanyak-banyaknya pengalaman kepada siswa untuk berpartisipasi aktif dalam memajukan sekolah. Ini bagian dari pelatihan kepemimpinan siswa dan penguatan student agency,” tambah Ibu Wenny.
Melalui pembekalan ini, SMPN 2 Buduran mengukuhkan komitmennya sebagai sekolah yang inklusif, partisipatif, dan visioner, dengan menempatkan siswa sebagai mitra strategis dalam pembangunan mutu pendidikan



