Buduran, 14 Januari 2026 — Suasana akademik yang inspiratif terasa kuat di SMPN 2 Buduran saat sebanyak 53 siswa terpilih mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan menulis popular. Peserta merupakan perwakilan dua siswa dari tiap kelas serta lima kader literasi sekolah. Selain itu, dua siswa terbaik dipilih berdasarkan presentasi unggulan saat Showcase Ceria semester ganjil pada bulan Desember 2025, serta presentasi terbaik dari kelas unggulan tiap jenjang.

Dalam kegiatan Gelar Karya, para siswa mendapat kesempatan tampil sebagai pembelajar sejati. Dengan durasi presentasi antara lima hingga tujuh menit, siswa memaparkan ide, alur pembelajaran, hasil karya, serta refleksi nilai karakter yang diperoleh selama proses belajar. Presentasi disampaikan di hadapan orang tua dan guru, menjadikan momen ini sebagai ajang pembelajaran autentik yang melatih keberanian, komunikasi, dan tanggung jawab akademik.
Kejelasan ide, penguasaan materi, kerja tim, serta kepercayaan diri menjadi indikator utama dalam penilaian. Melalui proses ini, siswa tidak hanya dinilai dari hasil akhir, tetapi juga dari cara mereka berpikir, bekerja sama, dan menyampaikan gagasan secara runtut dan meyakinkan. Kegiatan ini menjadi panggung nyata bagi siswa untuk berkomunikasi, berkolaborasi, serta berani tampil dengan karya terbaiknya.
Sebagai bentuk apresiasi, dua presentasi terbaik lintas jenjang memperoleh sertifikat penghargaan. Lebih dari itu, karya terbaik siswa akan dibukukan dalam sebuah Buku Antologi. Buku ini memuat sambutan kepala sekolah, pengantar kurikulum, profil kegiatan kokurikuler, naskah presentasi siswa terbaik, dokumentasi foto kegiatan, serta refleksi siswa. Antologi ini menjadi jejak inspiratif perjalanan belajar siswa SMPN 2 Buduran sekaligus bukti nyata budaya literasi yang terus tumbuh.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan menulis populer dari naskah ilmiah yang diselenggarakan di Ruang Laboratorium Komputer. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ibu Khoirun Nisak, M.M., seorang praktisi dan penulis berpengalaman dalam mengemas karya ilmiah menjadi bacaan yang menarik dan inspiratif. Pelatihan dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Sekolah SMPN 2 Buduran, Ibu Wahyu Rahmawati, S.Kom.
Dalam sesi pelatihan, peserta dibimbing untuk menyusun ulang naskah ilmiah yang telah mereka kumpulkan selama proses pembelajaran agar dapat diubah menjadi tulisan populer. Siswa diajak menggali pengalaman pribadi, mengolah data secara ringan, serta menyesuaikan gaya bahasa agar mudah dipahami dan dinikmati oleh pembaca umum. Proses ini membuka wawasan siswa bahwa tulisan ilmiah dapat dikemas secara kreatif tanpa kehilangan makna dan kedalaman isi.
Hasil pelatihan ini direncanakan akan dibukukan dalam bentuk antologi lanjutan. Proyek tersebut menjadi bukti bahwa siswa SMPN 2 Buduran tidak hanya mampu berpikir kritis secara ilmiah, tetapi juga mampu menyampaikan gagasannya secara komunikatif kepada masyarakat luas. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan menulis, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, semangat berkarya, dan kecintaan terhadap literasi.
Dengan semangat menulis dengan hati, para siswa diharapkan terus berkarya, berbagi cerita, dan menghadirkan tulisan-tulisan yang memberi manfaat serta inspirasi bagi banyak orang.



