Buduran — Semangat perubahan pendidikan di SMP Negeri 2 Buduran terus berkilau. Sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembelajaran bermakna dan reflektif, lahirlah program unggulan bernama GEMERLAP, singkatan dari Guru Eksploratif, Membangun Ekosistem Reflektif, Literasi, Aktif, dan Pedagogis. Program ini merupakan hasil nyata dari implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) melalui siklus Inkuiri Kolaboratif yang dilaksanakan dalam kegiatan On the Job Training (OJT) Kepala Sekolah.
Kepala SMPN 2 Buduran, Ibu Wenny Arie Puji Susanti, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa perubahan tidak lahir dari teori semata, melainkan dari praktik dan refleksi yang terus dilakukan bersama. “Setiap guru adalah pembelajar, setiap kelas adalah ruang eksplorasi,” ujarnya penuh semangat. GEMERLAP menjadi bukti bahwa guru SMPN 2 Buduran mampu menjadi agen perubahan yang menerangi proses belajar dengan eksplorasi, refleksi, dan literasi.
Strategi dan Implementasi GEMERLAP
Program GEMERLAP dikembangkan melalui enam tahap Inkuiri Kolaboratif yang terstruktur: Assess, Design, Implement, Measure, Reflect, dan Change. Tahapan ini menjadi siklus pembelajaran berkelanjutan yang memastikan setiap inovasi di sekolah berakar dari refleksi dan data. Tahap Assess dimulai dengan survei kepuasan layanan, kuisioner pengembangan sekolah, dan curah pendapat bersama guru, komite, dan siswa. Dari hasil tersebut, ditemukan kebutuhan akan penguatan praktik pedagogis, asesmen autentik, serta lingkungan belajar reflektif dan ramah anak.
Tahap design diwujudkan melalui workshop penyelarasan Visi, Misi, dan Tujuan (VMT) sekolah dengan prinsip Pembelajaran Mendalam. Guru merancang perangkat ajar berbasis proyek, menyusun rubrik asesmen formatif, dan membuat LKPD reflektif. Tahap implement melibatkan kolaborasi nyata antara guru, siswa, dan komunitas eksternal seperti DLHK, Unesa, Peace Corps, dan Novoleum Jelantah. Setiap guru mempraktikkan pembelajaran berbasis inkuiri kolaboratif yang menekankan eksplorasi dan kolaborasi siswa.
• Workshop penyelarasan VMT dan pelatihan pedagogi mendalam.
• Diseminasi praktik baik melalui Kombespol (Komunitas Belajar SMPN 2 Buduran Professional for Learning).
• Kegiatan refleksi rutin guru dan siswa setiap pekan.
• Pemanfaatan teknologi digital seperti Padlet, Canva, Quizizz, dan Kahoot.
• Kemitraan dengan komunitas dan orang tua dalam pembelajaran.
Hasil, Refleksi, dan Dampak Nyata
Setelah satu tahun berjalan, GEMERLAP membawa perubahan signifikan di SMPN 2 Buduran. Guru tidak lagi sekadar menjadi penyampai materi, melainkan fasilitator pembelajaran yang menumbuhkan kemandirian dan rasa ingin tahu murid. Siswa tampil lebih percaya diri, berani berpendapat, dan aktif merefleksikan pengalaman belajarnya.
Salah satu guru, Ibu Ika Aji Sasmito, mengungkapkan, “Saya merasa lebih dekat dengan murid. Setiap refleksi membuka pemahaman baru tentang cara mereka berpikir dan merasa.” Begitu pula dengan siswa, yang kini lebih berani berbicara dalam forum kelas dan mengemukakan ide kreatifnya.
Transformasi juga terlihat dari lingkungan belajar. Setiap kelas memiliki papan refleksi, pojok baca, dan pohon cita-cita. Kantin sekolah bertransformasi menjadi ‘Kantin Sehat Bebas Plastik Sekali Pakai’, sejalan dengan program Adiwiyata dan GPBLHS. Budaya hijau dan disiplin positif tumbuh bersama budaya reflektif, menjadikan Spenduran sebagai sekolah yang bukan hanya ramah lingkungan tetapi juga ramah jiwa.
• Pembelajaran berbasis proyek berjalan konsisten di berbagai mata pelajaran.
• Refleksi harian guru dan siswa menjadi budaya baru sekolah.
• Kolaborasi dengan lembaga luar sekolah semakin luas dan produktif.
• Kualitas asesmen meningkat, dengan fokus pada proses dan karakter.
• Penguatan KOMBESPOL sebagai wadah refleksi dan inovasi setiap Senin.
Harapan Masa Depan
GEMERLAP bukan hanya sebuah program, tetapi cerminan perjalanan perubahan yang berkelanjutan. Melalui semangat kolaboratif dan reflektif, SMP Negeri 2 Buduran berhasil membangun ekosistem belajar yang hidup, berakar pada nilai karakter, dan berpijak pada prinsip pembelajaran bermakna.
Kepala sekolah berharap agar semangat GEMERLAP terus dijaga dan dikembangkan. “Kita ingin setiap guru menjadi pelita yang menyalakan semangat belajar murid, dan setiap murid menjadi bintang yang memantulkan cahaya kebaikan,” tutur Ibu Wenny dalam sesi refleksi bersama guru.
Ke depan, sekolah berkomitmen untuk terus memperkuat program ini melalui pengembangan komunitas belajar, pelatihan reflektif, dan kolaborasi lintas bidang. Spenduran akan terus bergerak menuju sekolah berdaya saing yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga unggul dalam karakter dan kepedulian lingkungan.
Dengan semangat GEMERLAP, SMP Negeri 2 Buduran meneguhkan diri sebagai sekolah penggerak perubahan yang berkilau dari Buduran untuk Indonesia.
