Buduran — Edukasi tentang budaya bersih dan sehat terus menjadi komitmen SMP Negeri 2 Buduran dalam membentuk karakter peduli lingkungan bagi seluruh warganya. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan kerja bakti bersama yang terjadwal pada Jumat, 6 Februari 2026, dengan melibatkan seluruh elemen sekolah tanpa terkecuali. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembiasaan rutin berkala di hari Jumat menguatkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan cinta lingkungan.
Kerja bakti dilaksanakan secara serentak oleh seluruh murid kelas VII, VIII, dan IX. Sejak pagi hari, suasana sekolah tampak hidup dengan aktivitas membersihkan lingkungan, menata taman, menanam pohon, serta merawat kebun sekolah. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas fisik, melainkan sarana edukasi nyata untuk menyosialisasikan budaya hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan.
Seluruh warga sekolah turut berpartisipasi aktif. Mulai dari kader Adiwiyata, guru, karyawan, wali kelas, petugas kebersihan, penjual kantin, hingga kepala sekolah, semuanya terlibat langsung dalam kegiatan. Kolaborasi lintas peran ini mencerminkan semangat kebersamaan bahwa menjaga lingkungan sekolah adalah tanggung jawab bersama, bukan tugas individu atau kelompok tertentu.
Dalam rangka mendukung kegiatan penanaman dan perawatan tanaman, setiap kelas dihimbau membawa tiga kantong tanah pupuk dan tiga kantong sekam. Bahan tersebut dikumpulkan di depan ruang guru untuk kemudian dicampur sebagai media tanam yang subur. Pengaturan ini mengajarkan murid tentang pentingnya persiapan dan proses dalam merawat tanaman, sekaligus menanamkan nilai tanggung jawab dan kepedulian sejak tahap awal.

Bibit tanaman yang digunakan dalam kegiatan ini diperoleh melalui kerja sama dan dukungan berbagai pihak yang peduli terhadap lingkungan sekolah. Salah satunya dari Balai Persemaian Permanen (BPDAS Brantas) Mojokerto. Penanaman bibit dilakukan di berbagai area strategis sekolah, mulai dari taman, kebun sekolah, hingga sudut-sudut hijau yang telah dipetakan sebelumnya. Murid tidak hanya menanam, tetapi juga diberi pemahaman tentang cara merawat tanaman agar tumbuh dengan baik dan berkelanjutan.
Kegiatan kerja bakti ini juga menjadi sarana penguatan Program Adiwiyata, sekolah tidak hanya berfokus pada kebersihan fisik, tetapi juga pembentukan karakter peduli lingkungan. Murid belajar secara langsung bahwa lingkungan yang bersih dan sehat berpengaruh besar terhadap kenyamanan belajar, kesehatan, serta kualitas kehidupan sekolah secara keseluruhan.
Melalui kegiatan ini, murid dibiasakan untuk tidak sekadar membersihkan, tetapi juga merawat dan menjaga. Menanam pohon dan merawat kebun menjadi simbol harapan akan masa depan yang hijau dan lestari. Proses tersebut mengajarkan kesabaran, ketekunan, serta kesadaran bahwa hasil baik membutuhkan waktu dan perawatan yang konsisten.
Nilai-nilai ekologis juga diperkuat melalui semangat “Salam Bumi” yang digaungkan selama kegiatan berlangsung. Salam ini menjadi pengingat bahwa manusia adalah bagian dari alam dan memiliki tanggung jawab moral untuk menjaganya. Slogan “Pasti Lestari” pun menjadi komitmen bersama bahwa upaya pelestarian lingkungan harus dilakukan secara terus-menerus dan penuh kesadaran.
Kerja bakti bersama ini tidak hanya berdampak pada lingkungan fisik sekolah yang tampak lebih bersih, hijau, dan tertata, tetapi juga pada pembentukan sikap dan karakter murid. Mereka belajar bekerja sama, saling membantu, serta menghargai peran setiap individu. Kehadiran penjual kantin dan petugas kebersihan dalam kegiatan ini juga memberi pesan kuat tentang kesetaraan dan kebersamaan dalam menjaga lingkungan.
Melalui pembiasaan kerja bakti SMP Negeri 2 Buduran berharap budaya bersih dan sehat tidak berhenti di lingkungan sekolah saja, tetapi juga terbawa ke rumah dan masyarakat. Dengan langkah sederhana namun konsisten, sekolah berupaya menumbuhkan generasi yang peduli lingkungan, berkarakter kuat, dan siap menjadi agen perubahan demi bumi yang lebih lestari.



