SMPN 2 Buduran Mantap Menuju Adiwiyata Nasional

Buduran-SMP Negeri 2 Buduran untuk meraih predikat Sekolah Adiwiyata Nasional Tahun 2026 semakin nyata melalui kegiatan Pendampingan Penyusunan Dokumen Calon Sekolah Adiwiyata Nasional yang dilaksanakan pada Senin, 9 Februari 2026 di Laboratorium IPA. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam menyelaraskan dokumen perencanaan sekolah dengan regulasi terbaru program adiwiyata sekaligus memperkuat budaya peduli lingkungan di satuan pendidikan.

Kegiatan pendampingan diikuti oleh 45 pendidik dan tenaga kependidikan SMP Negeri 2 Buduran, serta 15 mahasiswa PLP Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Antusiasme peserta tampak sejak awal kegiatan, menunjukkan kesiapan seluruh warga sekolah untuk bergerak bersama menyongsong adiwiyata nasional.

Dalam sambutannya, Kepala SMP Negeri 2 Buduran, Ibu Wenny Arie Puji Susanti, S.Pd., M.Pd., mengajak seluruh warga sekolah untuk berkolaborasi dan bersinergi menyukseskan Program Adiwiyata Nasional. Beliau menegaskan pentingnya melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, disertai komitmen dan konsistensi. Suasana semakin hidup ketika beliau memimpin yel-yel penuh semangat: “Salam bumi—pasti lestari! Adiwiyata Nasional—pasti bisa! Spenduran—jaya, jaya, jaya, luar biasa! SMP Negeri 2 Buduran—kompetitif, berkarakter, excellent!”

Pendampingan menghadirkan Tim Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo yang berjumlah dua orang. Salah satunya adalah Drs. Imronsyah, M.Pd., yang juga merupakan Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo. Kehadiran tim DLHK memberikan penguatan teknis sekaligus pemahaman mendalam mengenai arah kebijakan program adiwiyata yang kini mengacu pada Permen LHB Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Program Adiwiyata.

Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa pada regulasi terbaru EDS (Evaluasi Diri Sekolah) tidak lagi digunakan. Sebagai gantinya, penyusunan dokumen adiwiyata kini difokuskan pada tiga komponen utama, yaitu Perencanaan, Pelaksanaan, dan Evaluasi. Sekolah dituntut menyusun perencanaan yang runtut, realistis, dan berbasis kondisi riil lingkungan sekolah agar program dapat berjalan berkelanjutan.

Pada komponen perencanaan, sekolah diminta mendeskripsikan kondisi awal lingkungan secara sistematis, mulai dari sanitasi, drainase, kebersihan, hingga keanekaragaman hayati, termasuk flora dan fauna, serta upaya konservasi air dan energi. Tim pendamping menegaskan bahwa banyak sekolah belum lolos seleksi adiwiyata karena perencanaan yang belum tergambar jelas dan terukur dalam dokumen.

Dokumen profil sekolah menjadi bagian krusial yang harus memuat gambaran menyeluruh seluruh program adiwiyata. Mulai dari pengelolaan sanitasi, drainase, kebersihan, pengolahan sampah, hingga pelestarian flora dan fauna di lingkungan sekolah. Seluruhnya dihimpun dalam Folder 2 Perencanaan, yang salah satu isinya adalah IPTLHS (Identifikasi Potensi dan Tantangan Lingkungan Hidup Sekolah).

IPTLHS disusun berdasarkan SK yang berlaku mulai Tahun Ajaran 2025/2026 (Juli 2025) sehingga perencanaan Adiwiyata disusun untuk jangka waktu empat tahun. Potensi lingkungan diidentifikasi dari aspek sanitasi, drainase, dan kebersihan, sementara tantangan dirumuskan dalam bentuk persentase, seperti kebiasaan peserta didik yang belum konsisten piket kelas, belum tertib membuang sampah, hingga keterbatasan sarana kebersihan kelas.

Pendampingan ini juga menekankan target perubahan perilaku warga sekolah yang terukur, yakni 70% pada Tahun I, 85% Tahun II, 90% Tahun III, hingga 100% pada Tahun IV. Seluruh perencanaan diharapkan melibatkan semua unsur sekolah dan masyarakat sekitar, dibuktikan melalui undangan resmi, notulen rapat bertanda tangan, serta dokumentasi kegiatan yang jelas.

Melalui pendampingan ini, SMP Negeri 2 Buduran semakin mantap menata langkah, tidak hanya untuk meraih predikat Sekolah Adiwiyata Nasional, tetapi juga untuk membangun karakter warga sekolah yang peduli, berbudaya, dan bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *