Dari Kelas Lahir Kisah Inspiratif

Buduran — Suasana Laboratorium IPA SMP Negeri 2 Buduran pada Senin, 19 Januari 2026, terasa berbeda dari biasanya. Ruang yang kerap menjadi tempat eksperimen sains itu berubah menjadi ruang berbagi gagasan dan inspirasi. Mulai pukul 12.30 hingga 14.30 WIB, para guru mengikuti kegiatan literasi bertajuk “Dari Kelas Menjadi Kisah Inspiratif”, sebuah upaya nyata menjadikan praktik baik pembelajaran sebagai warisan pengetahuan yang bermakna.

Foto Bu Nisak sedang Memberi Materi

Kegiatan ini menghadirkan Ibu Khoirun Nisak, M.M., praktisi literasi dan penulis berpengalaman, sebagai narasumber utama. Dengan tema besar guru sebagai role model penggerak literasi, kegiatan ini mendorong para pendidik untuk menuliskan pengalaman terbaik mereka selama mengajar. Praktik baik yang selama ini hidup di ruang kelas diharapkan tidak berhenti sebagai cerita lisan, melainkan terdokumentasi rapi dan dibagikan secara luas melalui sebuah buku antologi.

Acara diawali dengan sambutan Kepala SMPN 2 Buduran Ibu Wenny Arie Puji Susanti, S.Pd., M.Pd.. Dalam pesannya, beliau mengajak seluruh guru untuk menjadi teladan, tidak hanya dalam mengajar, tetapi juga dalam berkarya dan berbagi. Kepala sekolah menegaskan bahwa SMPN 2 Buduran memiliki potensi besar dalam pengembangan literasi. Potensi tersebut perlu dirawat dan dikembangkan secara konsisten agar menjadi budaya sekolah yang kuat dan berkelanjutan. Dengan penuh harap, beliau mendoakan agar kegiatan ini diberi kemudahan dan kelancaran serta menghasilkan karya yang memberi manfaat luas.

Memasuki sesi inti, Ibu Khoirun Nisak membimbing para guru menyelami proses menulis reflektif. Peserta diajak mengangkat pengalaman autentik di kelas—tentang metode pembelajaran, interaksi dengan siswa, tantangan, hingga nilai-nilai karakter yang tumbuh selama proses belajar mengajar. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, narasumber menekankan bahwa kisah inspiratif tidak harus selalu besar, tetapi jujur, bermakna, dan mampu menyentuh pembaca.

Para guru tampak antusias mengikuti setiap sesi. Diskusi hangat, berbagi pengalaman, dan refleksi bersama menjadi warna utama kegiatan. Laboratorium IPA pun menjelma menjadi ruang kolaborasi intelektual, tempat ide-ide tumbuh dan praktik baik saling menguatkan. Kegiatan ini membuka kesadaran bahwa guru bukan hanya pengajar, tetapi juga penulis dan agen perubahan melalui literasi.

Foto Bersama Dewan Guru, Kepala SMPN 2 Buduran Bu Wenny dan Narasumber Bu Nisak (tiga dari kiri)

Melalui kegiatan “Dari Kelas Menjadi Kisah Inspiratif”, SMPN 2 Buduran menegaskan komitmennya dalam membangun budaya literasi yang hidup. Buku antologi yang akan disusun menjadi bukti bahwa praktik baik guru layak dibagikan dan diwariskan. Dari ruang kelas sederhana, lahirlah kisah-kisah inspiratif yang diharapkan mampu menyalakan semangat belajar, menulis, dan berbagi, baik di lingkungan sekolah maupun di luar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *