SMP Negeri 2 Buduran secara konsisten melaksanakan Sholat Jumat berjamaah setiap hari Jumat sebagai bagian dari pembinaan karakter religius peserta didik. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa putra dan dilaksanakan dengan tertib di lingkungan sekolah.
Pelaksanaan Sholat Jumat berjamaah merupakan salah satu bentuk pembiasaan keimanan dan ketakwaan yang terintegrasi dalam budaya sekolah. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menunaikan kewajiban ibadah, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, serta kebersamaan kepada siswa sejak dini.
Imam sholat Jumat berasal dari Bapak Guru dan Karyawan SMP Negeri 2 Buduran yang telah dijadwalkan secara bergiliran. Keterlibatan guru dan karyawan sebagai imam menjadi teladan nyata bagi siswa dalam pengamalan nilai-nilai religius di lingkungan sekolah. Dengan demikian, siswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran secara teoritis, tetapi juga melalui contoh langsung.
Kegiatan Sholat Jumat berjamaah ini berada di bawah penanggung jawab Bapak Muchamad Ibrahim, S.Pd. Beliau mengoordinasikan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penjadwalan imam hingga memastikan pelaksanaan berjalan dengan tertib dan khidmat. Peran tersebut menjadi kunci agar kegiatan rutin ini dapat berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan.
Selain pelaksanaan sholat, khutbah Jumat juga menjadi sarana pembinaan karakter. Materi khutbah disesuaikan dengan dunia remaja dan kehidupan pelajar, seperti pentingnya akhlak mulia, kejujuran, tanggung jawab, disiplin, serta sikap hormat kepada guru dan orang tua. Pesan-pesan tersebut diharapkan dapat membentuk pribadi siswa yang beriman dan berkarakter positif.
Melalui Sholat Jumat berjamaah, siswa dilatih untuk menghargai waktu, menjaga ketertiban, serta membiasakan diri mengikuti aturan bersama. Kebiasaan ini memberikan dampak positif terhadap sikap siswa dalam kegiatan pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari di sekolah.
Dengan pelaksanaan yang rutin setiap hari Jumat, SMP Negeri 2 Buduran menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan yang seimbang antara aspek akademik dan spiritual. Kegiatan ini diharapkan dapat terus menjadi bagian dari budaya sekolah dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga beriman, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab.
