SMP Negeri 2 Buduran menghadirkan suasana religius dan penuh semangat pada Senin, 19 Januari 2026. Sejak pagi, seluruh murid memadati lingkungan sekolah untuk mengikuti kegiatan bertema “Meneladani Akhlak Rasulullah: Membangun Generasi Cerdas, Beradab, dan Berjiwa Qur’ani”. Kegiatan ini menjadi ikhtiar nyata sekolah dalam menumbuhkan keimanan, ketakwaan, serta penguatan karakter dan akhlak mulia peserta didik.
Puncak kegiatan diisi tausiyah inspiratif oleh Gus H. M. Sirojul Chakim, M.Pd.I. Dengan gaya tutur yang hangat, lugas, dan membumi, Gus Sirojul mengajak murid meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Nilai kejujuran, tanggung jawab, adab kepada guru dan orang tua, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an disampaikan melalui kisah-kisah teladan yang mudah dipahami dan menyentuh hati.
“Menjadi cerdas itu penting, tetapi beradab jauh lebih utama. Ilmu tanpa akhlak akan kehilangan maknanya,” pesan Gus Sirojul yang disambut antusias murid.

Selama sesi tausiyah, murid terlihat khusyuk menyimak sambil mencatat poin-poin penting, sebagaimana arahan panitia. Kegiatan berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan hingga menjelang siang.
Tak hanya tausiyah, semarak Lomba Isra Mi’raj 1447 H/2026 M turut memeriahkan suasana. Beragam lomba digelar untuk menyalurkan bakat dan kreativitas murid, mulai dari Lomba Qiroah dengan penilaian adab, tajwid, dan irama; Lomba Poster yang menitikberatkan kerapian, keindahan, serta kreativitas; hingga Lomba Kaligrafi dengan kriteria orisinalitas, isi pesan, kualitas visual, dan kreativitas. Lomba-lomba ini berlangsung pukul 10.00–11.40 WIB di lingkungan SMPN 2 Buduran.
Kegiatan ini juga didukung oleh kolaborasi yang solid antara sekolah dan orang tua. Setiap kelas menyiapkan konsumsi yang dikoordinasikan paguyuban kelas, serta membawa alas duduk demi kenyamanan bersama. Murid hadir dengan busana sopan dan rapi, mencerminkan nilai adab yang menjadi ruh kegiatan.

Melalui rangkaian tausiyah dan lomba, SMP Negeri 2 Buduran menegaskan komitmennya dalam mendidik generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan berjiwa Qur’ani.
Kegiatan ini menjadi momentum berharga untuk menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW agar terus hidup dan diamalkan dalam keseharian murid—di sekolah, di rumah, dan di tengah masyarakat.
